Jumat, 13 April 2012

Gelar Popda, Janjikan Bonus

BUKA POPDA – Bupati membuka Popda di GOR M Sarengat. (didik)
BATANG – Pemkab Batang bakal memberikan bonus bagi atlit atlitnya yang berprestasi dalam ajang pekan olah raga daerah (Popda). Sehingga, Popda bukan sekedar kegiatan rutinitas tahunan saja. Tapi bias dimanfaatkan untuk mencari dan membina bibit – bibit atlit  berprestasi di tingkat kabupaten. “Makanya pembina atlit harus lebih bertanggung jawab dengan memberikan perhatian secara khusus kepada atlit berprestasi, serta berikan apresiasi dan bonus,” ucap Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dalam pembukaan Popda Kabupaten Batang yang diikuti ratusan pelajar  di GOR M Sarengat  pada Selasa (6/3).

Bupati juga menitipkan kepada panita penyelenggara dan wasit untuk bertindak secara adil dalam penilaian dan fair dalam pertandingan. Para atlit  juga harus menjunjung tinggi sportifitas. Sedangkan Kadisdikpora, H Sabinao Suwondo dalam laporanya menjelaskan bahwa kegiatan Popda bertujuan mempererat tali  silaturahmi dan  membentuk rasa persatuan dan kesatuan melalu olah raga., memberikan pembinaan dan pembibitan kepada atlit dan sebagai ajang aplikasi dan kreatifitas dalam olah raga. “Untuk atlit yang menjadi juara akan mewakilai Kabupaten Batang untuk bertanding di tingkat Karsidenan Pekalongan dan selanjutnya bertanding di jenjang lebih tinggi lagi,” imbuh Sabino. Adapun peserta Popda berasal dari Siswa SD, MI, SMP, MTS, SMA, SMK dan MA se Kabupaten Batang. Adapun cabang olah raga yang di lombakan antara lain cabang olahraga, atletik, bulutangkis, tenis meja, sepak bola, takrow, voly, Bridge, Catur, tekwondo, karate, pencak silat dan renang.  (dik)

Dijambret, Ratusan Juta Amblas

PEKALONGAN – Apes dialami Yasir Arafat, pengusaha konfeksi warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan itu menjadi korban penjambretan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal yang mengunakan sepeda motor, di jalan pinggiran Kali Setu Jenggot, Kemarin. Akibatnya kejadian ini, uang tunai Rp 70 juta serta 3 lembar cek senilai ratusan juta rupiah milik Yasir Arafat amblas digondol  oleh penjambret.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dhani Hernando mengatakan, berdasarkan keterangan dari korban, pelaku penjambretan menggunakan dua sepeda motor. Dalam aksinya, kedua pelaku awalnya memepet korban yang tengah melintas di jalan dekat kali Setu di sebelah selatan Puskesmas Jenggot. Kemudian salah seorang pelaku memukul korban sedangkan pelaku lainnya berupaya merampask tas milik korban. Polisi cukup kesulitan mengungkap identitas pelaku, karena minimnya saksi yang melihat kejadian. Maklum, lokasi itu memang dikenal sepi.   Meskipun demikian polisi masih terus berupaya mengungkap kasus penjambretan ini.

Sementara, sehari sebelumnya, sebuah mobil Suzuki Carry milik Ricky Khuliadin warga Jalan Irian Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat hilang dicuri saat di parkir di halaman rumahnya kemarin petang. Kejadian ini diketahui pertama kali oleh korban pada pagi harinya ketika hendak memanasi mesin mobil. Lalu korban melapor kejadian ini ke polisi. Juru Bicara Kepolisian Polres Pekalongan Kota AKP Purwanto  mengatakan, pencurian diduga dilakukan saat korban tengah terlelap tidur. Pencuri masuk ke halaman rumah dengan cara merusak pintu. Purwanto menjelaskan polisi sudah melakukan olah di tempat kejadian perkara dan dari hasil olah TKP, polisi belum menemukan identitas pelaku dan masih berusaha mengusut kasus ini. (dik)

Penderita TBC Melonjak

PEKALONGAN – Jumlah penderita TBC positif di Kota Pekalongan selama tahun 2011 meningkat hingga mencapai 396 orang. Padahal, sebelumnya jumlah penderita TBC selama tahun 2010 hanya 320 orang atau bertambah 76 orang. Dari jumlah tersebut, di tahun 2011 ditemukan 5 penderita TBC yang meninggal dunia, sedangkan tahun 2010 hanya ada seorang penderita yang meninggal dunia dan sebagian besar penderita sudah berusia lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dokter Dwi Heri Wibawa  mengatakan, dari laporan yang diterima Dinas Kesehatan menyebutkan penderita baru TBC rata-rata masih berusia produktif antara 23 hingga 34 tahun. Dokter Hery menjelaskan jumlah daerah penderita terbanyak selama tahun 2011 lalu adalah dari wilayah Kelurahan Kradenan serta Kelurahan Jenggot. “Penyakit TBC bisa menular melalui bakteri atau kuman yang berasal dari percikan air liur dari penderita,” jelas Dokter Heri. Saat ini Dinkes terus melakukan  pencegahan dengan  memberikan imunisasi BCG pada bayi sehat serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. (dik)

Emas Turun, Koin Dinar Naik

PEKALONGAN – Ada yang naik, ada pula yang turun. Seiring dengan turunnya harga emas dunia belakangan ini, justru  membuat penjualan koin dinar emas di Kota Pekalongan semakin meningkat. Jika sebelumnya investasi koin dinar kurang diminati, namun saat ini banyak warga yang  antusias membeli koin negara Arab itu. “Turunnya harga emas memicu penjualan koin dinar. Saat ini penjualan koin dinar meningkat mencapai 200 persen, jika di banding tahun sebelumnya,” jelas Marketing Gerai Dinar Lutfia Hasina kemarin.

Hasina menjelaskan harga koin dinar berada pada kisaran Rp 2,2 juta hingga Rp 2,3 jut. Sebelumnya, harga koin dinar ini sempat mengalami penurunan sebesar 0.49 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Hasina menuturkan faktor – faktor yang mempengaruhi turunnya harga koin dinar diantaranya karena penguatan nilai dolar serta pengaruh beberapa isu yang saat ini berkembang di tanah air seperti rencana kenaikan harga BBM dan TDL. Diperkirakan, jika harga emas terus menurun, maka nilai tukar koin dinar bakal makin menguat. (dik)

Atasi Pemecatan, Bentuk Tim Bersama

PEKALONGAN – Setelah digeruduk ribuan buruh, akhirnya DPRD Kota Pekalongan membentuk tim kecil untuk mengatasi permasalahan PHK terhadap 5 orang karyawan Perusahaan Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE)  PT.Karya Niaga Mas. Tim kecil itu terdiri dari anggota DPRD Komisi C, Dinsonakertrans, pihak Serikat Pekerja Nasional dan pimpinan perusahaan.

Tim ini akan bekerja hingga akhir bulan Maret ini dan diharapkan bisa memberikan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Tim dibentuk setelah pihak serikat pekerja membongkar tenda keprihatinan di halaman  PT.KNM. Sekarang perusahaan bisa beropeasional kembali,” ucap Ketua DPRD Bowo Leksono, kemarin.

Sementara itu wakil Ketua DPC SPN,  Damirin mengungkapkan pihaknya sepakat akan mengakhiri tenda keprihatinan yang digelar di PT KNM selama 8 hari. Namun, jika tim gagal mencarikan solusi, maka para pekerja akan melakukan mogok kerja secara massal.  Sebelumnya, selain menggelar aksi ujuk rasa turun kejalan pantura yang melibatkan ribuan pekerja,   SPN juga membuat aksi tenda keprihatinan di PT.KNM di Jalan Patimura Gamer Pekalongan Timur. “Sementara kita tunggu  kinerja tim kecil yang dibentuk DPRD untuk mengatasi perselisihan hubungan industrial ini,” jelas Damirin. (dik)

2 Program Jadi Best Practices

PEKALONGAN - Inovasi pembangunan Pemkot Pekalongan kembali mendapat pengakuan dan penghargaan secara nasional. Kali ini,  datang dari APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang menempatkan  2 Inovasi pembangunan Kota Pekalongan sebagai bagian dari 9 Inovasi Pembangunan Daerah yang terpiliih sebagai Best Practices APEKSI Tahun 2011.
Dua Inovasi pembangunan tersebut adalah Inovasi Penguatan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal melalui Inisiatif Pengembangan Kampung Wisata Batik Kauman dan Pesindon, dan Inovasi terkait dengan upaya pemberdayaan perempuan melalui program UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). Sembilan Inovasi yang ditetapkan sebagai Best Practices Pembangunan Daerah tersebut berasal 6 Daerah se Indonesia, yaitu Kota Pekalongan, Kota Blitar; Kota Tarakan; Kota Surakarta; Kota Magelang, dan Kota Banda Aceh. Selanjutnya 9 Best Practices telah didokumentasikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia dalam buku 'Best Practices Kota-Kota APEKSI Jilid VII” yang pada Rabu,(7/3) dilaunching dalam sebuah seminar di Kantor Apeksi, Aston Hotel, Taman Rasuna, Jakarta.
“Berbagai inisiatif secara simultan, terpadu dan berkelanjutan kita lakukan untuk mendorong perekonomian lokal berbasis potensi batik. Misalnya,  pembangunan telecenter, penataan kawasan, penguatan kelembagaan sadar wisata, dan pengelolaan limbah batik melalui pembangunan IPAL,” urai Basyir Ahmad di hadapan peserta seminar Lounching buku itu.
 Tiga daerah, yakni Kota Pekalongan, Banda Aceh dan Surakarta menjadi narasumber. Walikota Pekalongan, dr. H.M. Basyir Ahmad juga membeberkan  bahwa inisiatif pengembangan kampung wisata batik merupakan bagian integral dari strategi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, dengan mengoptimalkan pemanfaatan Iptek, teruatama TIK, potensi budayan tradisi batik pekalongan dan mendorong daya dukung dan kelestarian lingkungan. Jadi,  kunci best practices di Kota Pekalongan adalah adanya keterlibatan masyarakat dalam inisiasi program, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pemeliharaannya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Apeksi, DR. Sarimun Hadisaputra dalam paparannya menjelaskan bahwa pemilihan dan penetapan Best Practices Apeksi dilakukan secara bertahap dengan dengan metodologi dan kriteria yang terukur, antara aspek inisiatif dan keunikan, daya keberlanjutan,  memberi kontribusi bagi  kehidupan masyarakat, telah berjalan minimal 2 tahun, dan yang terakhir transferability atau bisa ditransfer ke daerah lain. “Setelah melakukan survey, penelitian dan verifikasi atas berbagai usulan, tim Apeksi akhirnya memilih 9 Inovasi pembangunan sebagai Best Practices Apeksi 2011. Lalu  kita  dilaunching secara resmi,” ujar DR. Sarimun.
Sedangkan nara sumber lain, Wakil Walikota Banda Aceh memaparkan best practices terkait dengan upaya pemberdayaan perempuan di Banda Aceh melalui penyelenggaraan Musyawarah Rencana Aksi Perempuanm yakni pengembangan Musrenbang Berperspektif Gender (dik)

Tertipu Calo, Sekeluarga Terlantar

SPONTAN – Jemaah Masjid Kauman spontan iuran untuk diberikan pada Wahyudi sekeluarga agar bisa pulang ke Nganjuk, Jawa Timur. (didik)
PEKALONGAN – Gara gara tertipu calo tenaga kerja, 9 orang dari satu keluarga yang berasal dari Nganjuk Jawa Timur, terlantar di Kota Pekalongan selama tiga hari. Tiga diantaranya adalah anak anak dan seorang bayi yang baru berusia sekitar sebulan.  Mereka adalah pasangan suami istri Wahyudi 55 dan Siti Julaikha 50 bersama sanak kerabatnya.  Beruntung saat beristirahat di Masjid Jami Kauman Jumat (9/3), sejumlah jamaah terketuk hatinya dan mengulurkan tangan bagi  pemulangan mereka ke kampung halamanya.

Wahyudi mengaku terlunta-lunta setelah hendak  mengantarkan putrinya yang akan bekerja di luar negeri melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Cipta Abadi Subang, Jawa Barat. PJTKI itu membuka cabang di Nganjuk.  Sebagai biaya administrasinya, Wahyudi mengaku sudah membayar sebesar Rp 3 juta. “Namun, ketika sampai di sana ternyata kantor PJTKI itu hanya akal-akalan saja.Padahal kami sudah habis-habisan mengumpulkan uang agar anak saya bisa berangkat,” terangnya.

Setelah kehabisan bekal, keluarga itupun terlunta-lunta beberapa hari hingga akhirnya sampai di Kota Pekalongan. Namun rupanya itu bukan akhir dari ‘derita’ mereka. Meski sudah mengantongi surat dari Dinas Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat namun keinginan mereka agar bisa pulang ke Nganjuk tak semudah yang dibayangkan. “Saya sudah kesana kemari mencari bantuan dengan surat itu tapi hasilnya nihil. Hingga akhirnya surat pengantar itu saya sobek-sobek saking putus asanya,” ujarnya. Apalagi mereka justru dicurigai sebagai kelompok orang yang berniat menipu dengan menjual ‘kesengsaraan’.

Beruntung, saat melepas lelah di serambi Masjid Jami’ Kauman, sejumlah jamaah yang hendak sholat Shubuh terketuk hatinya. Salah seorang jamaah, Supriyadi SH lalu berinisiatif mengumpulkan uang dari jamaah untuk  bekal  pulang mereka. “Selain itu saya juga meminta bantuan kepala terminal agar mencarikan bus yang bisa membawa keluarga ini pulang, Alhamdullilah, akhirnya ada bus yang bersedia, ” tutur Supriyadi yang juga Kabag Humas Kota Pekalongan itu.

Terkait maraknya orang-orang yang berpura-pura terlantar untuk mendapatkan belas kasihan dari warga, Supriyadi berharap agar sesama umat berprasangka baik saja. “Jika niat kita baik untuk menolong sesama, Insya Allah akan dicatat sebagai amal baik,” tandasnya lagi. Selain itu ia juga menghimbau kepada warga jika bekerja di luar negeri agar teliti dan berhati-hati dalam memilih PJTKI. 

Sementara itu, sejak pemerintah memberlakukan moratorium TKI,  hingga saat ini  Pemkot Pekalongan sudah mengirim 17 TKI sektor formal ke luar negeri. Sesuai data dari Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi menyebutkan, sejak awal tahun 2012 hingga bulan Maret ini sudah ada 17 orang TKI yang berangkat di luar negeri. Rincianya, 7 orang ke Malaysia, 5 orang ke Thailan serta 5 orang lainya ke Uni Emirat Arab.

Kepala bidang Penempatan Tenaga kerja Dinsosnakertrans Kota Pekalongan Mas Pujantoro  mengatakan sejak awal tahun ini pihaknya baru memfasilitasi pembuatan 17 rekom paspor TKI yang seluruhnya adalah perempuan. Sementara untuk jumlah PJTKI selama tahun 2011 masih belum bertambah. Yakni tetep 11 perusahaan dan untuk memantaunya perkembangan PJTKI pihaknya akan melakukan pemanataun tiap tiga bulan sekali.(dik)