Selasa, 10 April 2012

Kondisi Cagar Budaya Memprihatinkan

PEKALONGAN – Beralihnya fungsi sejumlah bangunan cagar budaya yang menjadi salah satu bukti perjalanan sejarah di Kota Pekalongan, mengundang kekhawatiran para pemerhati budaya di Kota Batik. Budayawan, EH Kartaegara   mengatakan, hilangnya jejak sejarah di Kota Pekalongan, karena ketidakpedulian maupun miskinnya gagasan dalam melestarikannya. “Bangunan bersejarah memiliki arti  penting perjalanan budaya serta banyak cerita di balik bangunan-bangunan itu,” ucap EH Kartanegara.

Senada, WakilPimpinan DPRD Ismet Inonu mempertanyakan kinerja instansi terkait yang belum juga melakukan langkah nyata untuk pelestarian cagar budaya. “Belum ada langkah nyata, baru rencana rencana saja. Sementara kondisi cagar budaya makin memprihatinkan,” tukas Ismet Inonu.

Menanggapi hal ini, Pemkot Pekalongan berencana akan melakukan penataan bangunan cagar budaya. Satu per satu dari bangunan tersebut akan di cek serta dilakukan pengukuran untuk data detail. Kegiatan akan dilakukan pada Triwulan kedua tahun 2012,  atau tepatnya bulan Mei mendatang. Pendataan akan dilakukan bertahap untuk mengetahui prioritas bangunan dari  286 bangunan yang memiliki nilai sejarah itu. “Selain menyiapkan data inventarisasi, Pemerintah juga masih menyiapkan Perwal sebagai payung hukum untuk bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan,  karena bangunan cagar budaya tersebut harus dijaga dan dilestarikan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo. (dik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar